Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode

Berikut ini adalah tulisan saya beserta penilaian 3 juri, saat mengikuti lomba esay dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI tahun 2007 yang lalu dan akhirnya berhasil meraih juara 2. Lumayanlah dapat duit dan emas masing2 senilai 50juta  => buat maen army dan rpg. haha.gif

====================================================================

“Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode”

Gerakan separatisme terjadi karena daerah (atau pihak-pihak tertentu di daerah) merasakan ketidakadilan yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka. Sesungguhnya saya tidak ingin menjadi seorang presiden, tetapi seandainya saya harus menjadi Presiden Republik Indonesia untuk dua periode ke depan, yang ingin saya berikan kepada rakyat Indonesia adalah lebih banyak keadilan.

Memang, untuk ukuran dua periode hal tersebut akan sulit sekali terlaksana, bahkan terlihat bagai sekedar mimpi. Tapi sedikitnya saya ingin mencoba melakukan pemerataan keadilan di empat bidang. Yaitu bidang pendidikan, hukum, industri, dan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Terutama sekali di daerah-daerah yang masih belum berkembang, agar mereka tidak tertinggal terlalu jauh dibandingkan daerah Jawa (daerah sekitar pusat pemerintahan)..

Di bidang pendidikan, hal yang sangat ingin saya lakukan (bahkan andai saya bukanlah seorang presiden) adalah sekolah gratis (atau paling tidak sangat murah) bagi rakyat miskin. Pendidikan boleh saja mahal seperti saat ini, tapi itu hanya bagi warga negara yang berkecukupan. Maka agar rakyat yang tidak berkecukupan tetap bisa mengenyam pendidikan, paling tidak hingga 12 tahun, harus didirikan sekolah-sekolah yang khusus diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Meski demikian, tetap akan diusahakan agar pendidikan murah akhirnya dapat juga dirasakan oleh segenap warga negara tanpa kecuali. Tapi untuk dua periode kepemimpinan, hal tersebut saya rasa sedikit mustahil. Sekolah miskin hanyalah cara saya agar seluruh warga negara Indonesia dapat mengenyam pendidikan, karena masalah pendidikan terbesar saat ini adalah ketiadaan biaya.

SkoolKin (sekolah miskin) adalah seperti halnya raskin (beras miskin). Pihak kelurahan pula yang akan bertanggung jawab dalam pencatatan warga tidak mampu di wilayahnya yang berhak mendapatkan fasilitas pendidikan khusus ini. Meski demikian, warga juga bertugas memantau agar jangan sampai SkoolKin disalahgunakan seperti kasus Raskin saat ini. Pada akhirnya nanti, akan diusahakan agar satu SkoolKin dapat berdiri untuk satu kelurahan.

Namun, andai kata SkoolKin terasa masih begitu muluk, paling tidak saya akan mengusahakan agar Rumah-rumah Pintar akan lebih luas lagi merambah hingga ke pelosok negeri. Bahkan menjadi sebuah peraturan, sehingga setiap Depdikbud Tingkat Kota wajib mengembangkan program ini di wilayahnya masing-masing. Homeschool serta Kelompok Belajar Paket A, B dan C juga harus terus digencarkan. Pada akhirnya, wajib belajar 12 tahun harus berhasil digalakkan di seluruh bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia! Tidak lupa, pelatihan-pelatihan lifeskill juga harus dikembangkan sebagai modal kemampuan berwiraswasta bangsa.

Di bidang kedua, bidang hukum, pertama-tama yang saya inginkan adalah tidak boleh ada penghuni penjara yang menggunakan pajak warga negara. Tidak adil bagi warga negara yang telah terjahati. Setiap penghuni penjara (penjahat, bukan sipir), harus bekerja keras memproduksi sesuatu yang dapat menghasilkan uang yang akan membiayai hidupnya selama mendekam di penjara. Untuk itu di setiap penjara akan di bangun workshop-workshop yang sesuai. Program ini juga berguna untuk menambah skill mereka agar setelah keluar dari penjara dapat membuat lapangan pekerjaan sendiri bagi mereka.

Untuk kasus korupsi, hukuman mati adalah hukuman yang dijatuhkan kepada koruptor di atas satu milyar rupiah dan/atau orang yang mengkorupsi dana bagi rakyat miskin atau bagi rakyat yang sedang tertimpa kemalangan (bencana alam, dan lain lain). Hukuman seumur hidup dijatuhkan bagi koruptor di atas nominal seratus juta rupiah hingga sembilan ratus juta sembilan ratus sembilan puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah. Di bawah nominal itu, akan di hukum penjara secukupnya. Semua koruptor juga wajib mengembalikan keseluruhan uang hasil korupsinya ditambah denda sepuluh persen per tahun (sesuai banyaknya tahun dia melakukan korupsi tersebut). Pembunuhan berencana dan pemerkosaan akan mendapatkan hukuman seringan-ringannya seumur hidup dan seberat-beratnya hukuman mati.

Kemudian di bidang industri. Hal-hal yang akan saya lakukan adalah menaikkan bea masuk untuk barang-barang mewah. Menghentikan impor barang-barang yang sekiranya masih dapat dilakukan dengan kualitas yang sama bahkan lebih oleh bangsa kita sendiri. Misalnya saja untuk hal-hal sepele, seperti peniti, jarum, mainan, dan lain-lain. Saya juga akan menekankan pada pengembangan industri kecil menengah ke bawah, salah satunya yakni dengan cara mempermudah proses kredit untuk pengembangan usaha mereka. Saya ingin mengusahakan agar, paling tidak, mayoritas bangsa kita dapat menjadi tuan di negerinya sendiri.

Hutang baru ke luar negeri harus dihentikan. Tapi hutang yang pernah ada tetap harus dibayar. Semiskin apa pun kita saat ini, hutang adalah hutang, sesuatu yang wajib dibayar. Hanya saja saya akan mengusahakan perjanjian yang lebih lunak dengan pihak luar. Yaitu, tanpa bunga dan jangka waktu yang lebih luwes untuk pelunasan hutang tersebut.

Di bidang pembangunan infrastruktur. Menitikberatkan pada pembangunan di daerah, yaitu dengan mengurangi pembangunan di kota-kota besar. Pembangunan infrastruktur di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dll terasa begitu mencolok perbedaannya bila di banding kota-kota lain di Indonesia, terlebih lagi bila dibandingkan dengan kota-kota di luar Pulau Jawa. Terkesan pemerintah saat ini hanya ingin menonjolkan beberapa kota di Indonesia agar tampak “bagus” di mata dunia, tetapi untuk itu mereka harus mengabaikan atau mengorbankan kebutuhan rakyatnya di daerah yang lain. Terkadang mereka lupa bahwa Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, atau paling tidak 5 – 6 pulau besar, dimana kesemuanya memiliki hak untuk berkembang. Dan adalah kewajiban pemerintah untuk mengembangkan mereka semua, bukan hanya beberapa di antara mereka. Sayang, yang pemerintah kita saat ini ingat hanyalah untuk mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan dari pulau-pulau yang selalu mereka lupakan pembangunannya itu.

Karenanya, dua hal dalam pembangunan yang saya prioritaskan dalam dua periode kepemimpinan saya adalah 1) memperbaiki atau membuka ruas jalan sebanyak-banyaknya dan 2) mengusahakan pasokan listrik merambah ke daerah-daerah. Setiap daerah harus diusahakan mampu mengembangkan sebuah Pembangkit Tenaga Listrik yang sesuai dengan kondisi daerah tersebut. Saya rasa, dengan kemudahan memperoleh dua hal itu rakyat akan lebih mampu mengembangkan daerahnya masing-masing.

Satu hal lagi, saya akan membuat peraturan yang lebih tegas serta mengirimkan kekuatan yang lebih besar untuk menjaga wilayah-wilayah perbatasan Indonesia, baik di tanah (wilayah Kalimantan – Malaysia) maupun di laut Indonesia. No mercy bagi mereka yang berusaha mencurangi negara ini.

Demikian hal-hal utama yang ingin saya lakukan bila saya diberi tanggung jawab menjadi Presiden Republik Indonesia untuk dua periode ke depan. Memang tidak banyak, tapi saya rasa hal-hal tersebut sungguh diperlukan masyarakat kita saat ini. Dengan adanya sedikit ‘keadilan’, semoga saja bisa meredam keinginan kuat rakyat di daerah yang ingin memisahkan diri atau yang ingin merongrong keutuhan bangsa kita tercinta.

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-62! Jaya Indonesia-ku!

======================================================================

Juri: ENCLAIM

ISI
Sangat Realistis sekali..dan apa adanya… asalkan urutan kerjanya di jabarkan jelas hehehehe

QUOTE
Kemudian di bidang industri. Hal-hal yang akan saya lakukan adalah menaikkan bea masuk untuk barang-barang mewah. Menghentikan impor barang-barang yang sekiranya masih dapat dilakukan dengan kualitas yang sama bahkan lebih oleh bangsa kita sendiri. Misalnya saja untuk hal-hal sepele, seperti peniti, jarum, mainan, dan lain-lain. Saya juga akan menekankan pada pengembangan industri kecil menengah ke bawah, salah satunya yakni dengan cara mempermudah proses kredit untuk pengembangan usaha mereka. Saya ingin mengusahakan agar, paling tidak, mayoritas bangsa kita dapat menjadi tuan di negerinya sendiri.

Ini sebenarnya lebih bagus ke perkara ekonomi bos.. karena langkah bos lebih condong ke perkara distribusi dan perlindungan pasar dalam negri. tp gak papa lah BigGrin.gif , karena muaranya adalah kemandirian industri.

QUOTE
memperbaiki atau membuka ruas jalan sebanyak-banyaknya dan 2) mengusahakan pasokan listrik merambah ke daerah-daerah. Setiap daerah harus diusahakan mampu mengembangkan sebuah Pembangkit Tenaga Listrik yang sesuai dengan kondisi daerah tersebut. Saya rasa, dengan kemudahan memperoleh dua hal itu rakyat akan lebih mampu mengembangkan daerahnya masing-masing.

bagus .. perkara sepele tp banyak dilupakan aparatur pemerintahan kita. !
akhir kata: sodara lebih cocok jd menteri pendidikan yg mampu mendidik presiden dan mentri2 lain supaya kebuka hati dan pikirannya.
nilai 95

ALUR
bos… kayaknya alur bos kebalik2 dah hehehhe
harusnya sektor pendidikan setelah hukum beres,ekonomi beres,baru pendidikan… pasalnya program bos gak akan jalan jika dana nya gak ada… alis bos harus ngutang lagi ntar,… beresi hukum,sehingga ekonomi bisa surplus..kemudian hasilnya ke pendidikan dan sebagainya..
nilai 75

TATA BAHASA
bagus
nilai 80

Estetika
bagus
nilai 80

nilai total 82.5
=============================================================

Juri: SIR BILUNGAKOE
Isi Tulisan

QUOTE
yang ingin saya berikan kepada rakyat Indonesia adalah lebih banyak keadilan.

Ini luar biasa. Sederhana tapi menyentuh Applause.gif

QUOTE
Di bidang kedua, bidang hukum, pertama-tama yang saya inginkan adalah tidak boleh ada penghuni penjara yang menggunakan pajak warga negara. Tidak adil bagi warga negara yang telah terjahati. Setiap penghuni penjara (penjahat, bukan sipir), harus bekerja keras memproduksi sesuatu yang dapat menghasilkan uang yang akan membiayai hidupnya selama mendekam di penjara.

Bravo Applause.gif terobosan yang lain lagi … sangat unik dan orisinal BigGrin.gif

Ide yang lain juga sangat konkret dan membumi …. bravo untuk penulisnya

Penilaian : 95

Alur tulisan
– Sekalipun tidak memakai model sub-bab, atau poin …  berhasil membuat alur tulisannya jelas terarah … karena pemerataan keadilan pada 4 bidang itu sangat jelas BigGrin.gif Good.

Penilaian : 90

Tata bahasa
Nyaris tidak ada kesalahan dalam tata bahasa. Hanya dijumpai beberapa kalimat tanpa subyek yang jelas.

Penilaian : 85

Estetika
– Gaya pembukaannya memikat dengan menyatakan “yang utama adalah memberi lebih banyak keadilan” Party.gif
– Berani juga bikin istilah baru “skoolkin” haha.gif lucu istilahnya … Tounge.gif
– Kalau ditambah kutipan atau pemanis lain (cuplikan teks lagu, puisi, atau apa gitu) pasti udah layak publikasi tuh.

Penilaian : 85

Total : 95+90+85+85 = 355/4 = 88,75

==========================================================================

Juri : DEWA

1 Isi tulisan
Wah…ini sudah cukup bagus, banyak program2 yang mendukung dan pembahasan-pembahasan di titik-titik vital yang menarik.

QUOTE
Di bidang pembangunan infrastruktur. Menitikberatkan pada pembangunan di daerah, yaitu dengan mengurangi pembangunan di kota-kota besar. Pembangunan infrastruktur di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dll terasa begitu mencolok perbedaannya bila di banding kota-kota lain di Indonesia, terlebih lagi bila dibandingkan dengan kota-kota di luar Pulau Jawa. Terkesan pemerintah saat ini hanya ingin menonjolkan beberapa kota di Indonesia agar tampak “bagus” di mata dunia, tetapi untuk itu mereka harus mengabaikan atau mengorbankan kebutuhan rakyatnya di daerah yang lain. Terkadang mereka lupa bahwa Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, atau paling tidak 5 – 6 pulau besar, dimana kesemuanya memiliki hak untuk berkembang. Dan adalah kewajiban pemerintah untuk mengembangkan mereka semua, bukan hanya beberapa di antara mereka. Sayang, yang pemerintah kita saat ini ingat hanyalah untuk mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan dari pulau-pulau yang selalu mereka lupakan pembangunannya itu.

Pemerataan pembangunan memang jadi model yang utama, walaupun pelaksanaannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi wa salut karena sudah berani mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani pemerataan pembangunan (di segala bidang).

nilai : 90

2. Alur Tulisan

Sudah cukup bagus, hanya pendahuluan saja yang sebenarnya ‘kurang pas’ dan ada beberapa pembahasan meloncat-loncat.

nilai : 80

3. Tata Bahasa

Bagus. Hanya masih ada beberapa kekurangan-kekurangan, dan itu ternyata diulang-ulang sampai beberapa kali HeHe.gif

– SkoolKin (sekolah miskin) seharusnya SchoolKin atau bisa memakai istilah lain, dan seharusnya berarti Sekolah untuk orang miskin

nilai: 75

4. Estetika

Lumayan bagus, Mengalir lancar, mudah dimengerti.

nilai: 80

Nilai secara keseluruhan : 81,25

5 responses to “Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode

  1. Maaf, pak. boleh tolong tulis yang tentang ‘seandainya saya menjadi menteri perekonomian indonesia’ tidak? terimakasih banyak.

    informasi ini sangat gampang dimengerti dan sangat-sangat masuk akal. terima kasih telah berbagi dengan kami.

    regards,
    ichigo.

  2. Menteri Perekonomian???
    Ummm… Kucoba deh kalo ada waktu.

    Tapi kurang lebih sih udah saya bahas di atas:
    “….Kemudian di bidang industri. Hal-hal yang akan saya lakukan adalah menaikkan bea masuk untuk barang-barang mewah. Menghentikan impor barang-barang yang sekiranya masih dapat dilakukan dengan kualitas yang sama bahkan lebih oleh bangsa kita sendiri. Misalnya saja untuk hal-hal sepele, seperti peniti, jarum, mainan, dan lain-lain. Saya juga akan menekankan pada pengembangan industri kecil menengah ke bawah, salah satunya yakni dengan cara mempermudah proses kredit untuk pengembangan usaha mereka. Saya ingin mengusahakan agar, paling tidak, mayoritas bangsa kita dapat menjadi tuan di negerinya sendiri.

    Hutang baru ke luar negeri harus dihentikan. Tapi hutang yang pernah ada tetap harus dibayar. Semiskin apa pun kita saat ini, hutang adalah hutang, sesuatu yang wajib dibayar. Hanya saja saya akan mengusahakan perjanjian yang lebih lunak dengan pihak luar. Yaitu, tanpa bunga dan jangka waktu yang lebih luwes untuk pelunasan hutang tersebut…..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s