Dunia Maya

Sejak 1999 suka sekali saya berselancar di dunia maya. Dunia tanpa batas, saat kita bisa jadi siapa saja. Bahkan menjadi diri kita sendiri yang di dunia nyata justru tidak dikenal oleh orang lain.

Dunia maya, dunia dimana kita bisa bertemu orang dari kalangan apa saja, dari jenis mana saja, dan di mana saja tanpa harus keluar dari sarangmu.

Sungguh terpukau diri ini bertemu para Tuan Guru yang mengajarkan banyak kisah hidup yang menawan dan penuh pembelajaran.

Ada kawan yang di kemudian hari ternyata dikenal sebagai penipu. Ada kawan yang guru besar. Ada kawan yang mantan fundamentalis. Ada kawan yang masih fundamentalis T__T. Ada kawan pecinta suluk. Ada kawan yang sastrawan. Ada kawan yang pecinta belatung (???).  Ada kawan yang menggeluti ‘dunia lain’. Ada kawan yang ahli desain. Ada kawan yang ‘berbeda’ namun tetap akrab meski persahabatan ini dicemooh orang lain.

Orang-orang dengan kepribadian unik dan kebiasaan serta tradisi yang berbeda. Yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Namun satu hal yang pasti, bahwa Indonesia sungguh bangsa yang luar biasa besar dan beraneka ragam.

Jadi, daripada melihat perbedaan itu sebagai ladang pertengkaran dan perpecahan, mengapa tidak memandangnya sebagai suatu berkah untuk bisa mengenal beraneka kehidupan yg sungguh indah bila sanggup kita lihat harmoninya?

One response to “Dunia Maya

  1. Sangat setuju, karena kita bisa mengungkapkan isi hati atau shere sama orang lain yg kadang malah tidak bisa kita lakukan di dunia nyata… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s