Suatu Malam Di Rumah Sakit

Ada yang aneh dengan Rumah Sakit tempat saya menginap beberapa hari kemarin. Biasanya kan di dekat ranjang pasien tu diberi bel pemanggil arwah eh perawat. Nah, di RS ini kita malah diberi sebuah nomor GSM yg bisa dihubungi kalo ada perlu dengan perawat. Can you imagine that? :hmmph:

Gimana coba kalo nafas saya tinggal 7 hela saja? Posted Image

1 hela buat ngambil hp, eh ternyata salah ngambil hp yg ga ada pulsanya. 1 hela lagi buat nyari hape yg ada pulsanya. Eh tapi tetap gak nemu karena emang nomor saya gak ada pulsanya semua! :axehead: Allright, let’s skip that! 1 hela lagi untuk buka kunci hape dan salah masukin password sampai 3 kali (maklum, otak lagi ga beres gara2 sakit), akhirnya hp pun terblokir. Nice! 1 hela lagi akhir bisa buka hape dan nyari folder sms ‘n bikin sms baru. 1 hela lagi buat ngetik, “Yo, I’m dying here now, wth are you guys doin’ there?” 1 hela lagi buat ngirim tu sms, tapi ternyata sinyal provider lagi gangguan, alhasil sia-sia deh usaha saya di sisa 6 hela nafas terakhir. Tersisalah kini 1 hela nafas saja untuk mengutuk sistem RS yg ribet ini, lalu pendekar Izrail pun mengajakku pergi jalan-jalan.

Nah lo! How’s that?

Tapi syukurnya kejadian yg saya alami gak perlu se-ekstrim itu. Hanya saja, ada suatu tengah malam yg sunyi kelabu tdiinfusanpa suara jangkrik dan kodok (maklum rumah saya biasanya dekat sawah), dimana saya mengalami kesulitan tidur karena demam tinggi (juga karena ga ada suara jangkrik dan kodok tadi). Tidur bentar, bangun lagi, tidur lagi, bangun lagi. Sampai bosan deh pokoknya. Di keremangan kamar, terlihat botol infusnya udah menjelang habis, kuraih segera hp untuk mengirim pesan singkat ke ruang perawat sebagai pemberitahuan.

Mungkin karena kepala saya yg lg kosong karena emang dasarnya begitu atau sekedar karena lagi kena serangan demam tinggi, akhirnya sms yang terkirim jadi gak jelas apa isinya. Hanya berharap agar para perawat itu cukup berisi kepalanya (and well they are! I’m shocking!), agar pendekar Izroil gak beneran ngajak saya jalan-jalan. Sori, Il, lagi nggak mood jalan-jalan nih. Jadi, beginilah sms-nya :

“Beatrix Dua memanggil Pusat Komando. Bisa di-copy, ganti? Terjadi situasi genting yang membutuhkan penanganan khusus karena ditenggarai sumber energi akan segera habis. Beatrix Dua kepada Pusat Komando, harap di-copy. Beatrix Dua out and over!”

Setelah sukses mengirimkan sms tersebut, langsung pura-pura bubu pules. Biar gak dimarahin perawat yg datang gitu loh. Hohohoho… Mendadak demam saya pun menghilang. Alhamdulillah. Sesuatu banget yaaa… :ngakak:

3 responses to “Suatu Malam Di Rumah Sakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s