Mekkah dan Madinah Menangis

perluasan masjidil haram

Mekkah dan Medinah tinggal kenangan …
Ia menangis tak terperikan
Atas pembangunan yang tak menjaga cita rasa peradaban
Sejarah selalu berulang mengajarkan
Runtuhnya khilafah Utsmaniyah berawal dari kesultanan yang dihapuskan
Memang kekhilafahan belum ditiadakan
Namun peristiwa dua tahun kemudian mencengangkan
Sinar-sinar khilafah dimatikan ..
Khilafah hanya meninggalkan nama yang tak bertuan

Mekkah dan Medinah kini berubah menjadi kota metropolitan
Situs sejarah Nabi dan jejak Islam pertama punah
Tak ada lagi bekas atau tanda yang sumber inspirasi kehidupan
Semua ludes diterjang pembangunan yang menghancurkan
Apakah Atas nama DEVISA atau menumpas kemusyrikan?
Pantas bila jutaan jamaah umrah dan haji tak membawa arti
Sepi ruhi, sepi juga pengalaman ruhani
Karena yang dikunjungi tidak lagi tempat suci
Tempat menempa manusia menjadi pribadi-pribadi Rabbani

Mekkah dan Medinah sejak lama berlinang air mata
Telah lama ia merindu para penjaga
Mengapa Spinx di Giza (Mesir) selalu utuh sejak lama
Atau situs Borobudur di Indonesia tak jauh beda
Atau Candi-candi di Thailand tetap berwibawa
Akankah Mekkah dan Medinah hanya tinggal nama?
Karena Sang penjaga dimabuk Selera
Selera Las Vegas, Hongkong, atau Singapura
Mengikuti gaya hidup Justen Beiber atau Madonna

Mekkah dan Medinah tak mampu lagi berkata-kata
Karena lidah alim ulama telah lama hilang rasa
Jiwa mereka begitu pilu seakan dipenjara
Oleh perilaku warganya yang tak lagi taat norma
Lantunan Al-Qur’an tak lebih hanya sandiwara
Kumandang adzan rutinitas biasa
Teriakan talbiyah tak lagi istimewa
Bahkan kajian Sirah Nabi pun tak begitu mempesona
Sebab jejak-jejak Islam sudah tiada

Ya Rabbi …
Apakah ini tanda Nubuwwah Nabi-Mu akan terjadi segera
Ataukah memang Kiamat pada 2012 bermula
dari mercusuar yang dibangun Fir’aun berjubah
Ataukah memang rencana Israel Raya bermula
dari style, gaya hidup borju para durjana
Ya Rabbi … hamba tak mampu lagi berkata …
Selamatkan hamba dan kaum muslimin awam ini
Dari tipu daya Dajjal setengah manusia

Aaamin …

******

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Dalam 10 tahun ini, Makkah mengalami transformasi yang luar biasa; lokasi Masjidil Haram ditata ulang, dan bermunculan gedung-gedung pencakar langit dan hotel berbintang berkelas internasional.

Dalam sebuah tulisan feature, harian The Independent mengupas sisi dalam Kota Suci. “Meski Nabi Muhammad datang untuk menekankan kesetaraan, Makkah berubah menjadi taman bermain bagi kaum kaya dimana kapitalisme secara kasat mata mengaburkan nilai spiritualitas kota,” tulis mereka, mengutip kata-kata seorang kritikus.

Harian ini menyoroti, betapa demi membangun kota yang kini ‘serupa Las Vegas’, banyak bangunan bersejarah yang dikorbankan. “Tak ada yang memperjuangkan aksi vandalisme budaya ini,” kata Dr Irfan al-Alawi, direktur eksekutif The Islamic Heritage Research Foundation. “Kami sudah kehilangan 400-500 situs bersejarah. Saya harap belum terlambat untuk menyelamatkan yang tersisa.”

Sami Angawi, pakar arsitektur Islam Arab saudi, sama-sama prihatin. “Ini adalah kontradiksi mutlak untuk sifat Makkah dan kesucian rumah Allah,” katanya kepada kantor berita Reuters awal tahun ini. “Kedua kota [Makkah dan Madinah] secara historis hampir punah. Anda tidak menemukan apa-apa kecuali gedung pencakar langit.”

Kekhawatiran dr Alawi yang paling mendesak adalah ekspansi yang direncanakan senilai miliaran dolar AS dari Masjidil Haram, situs paling suci dalam Islam dimana Kabah berada. Konstruksi resmi dimulai awal bulan ini. Menteri Kehakiman, Mohammed al-Eissa, berseru bahwa proyek ini akan menghormati “kesucian dan kemuliaan dari Masjid Suci, dan demi kepentingan jamaah.”

Area perluasan sekitar 400 ribu meter persegi tengah dibangun untuk mampu meningkatkan daya tampung 1,2 juta jamaah lagi tiap Musim Haji tiba. Pembangunan ini, menurut The Islamic Heritage Research Foundation, bukan tanpa risiko. Lembaga ini menyusun daftar situs sejarah yang terancam diratakan dengan tanah akibat pembangunan ini, termasuk bangunan sisa-sisa peninggalan era Usmaniyah dan Abbasiyah. Termasuk dalam bangunan yang terancam dihancurkan adalah rumah di mana Nabi Muhammad dilahirkan dan rumah pamannya, Hamzah, tumbuh.

Argumen yang selalu dikemukakan, tulis The Independent, adalah bahwa Makkah dan Madinah sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Dua belas juta peziarah mengunjungi kedua kota ini setiap tahun dengan jumlah yang diperkirakan meningkat menjadi 17 juta pada tahun 2025.

Tetapi para kritikus khawatir bahwa keinginan untuk memperluas situs ziarah telah memungkinkan pihak berwenang untuk menginjak-injak warisan budaya di daerah itu. Lembaga yang dipimpin Alawi mencatat setidaknya 95 persen bangunan bersejarah yang berusia ratusan tahun telah dibongkar dalam dua dekade terakhir saja.

Kehancuran telah disokong oleh paham Wahabisme.Dengan alasan takut menjadi ajang sirik, bangunan bersejarah diratakan.

Sedikit catatan dari The Independent: Untuk membangun kota pencakar langit di Makkah, sebuah gunung didinamit dan diratakan, menghancurkan Benteng Ajyad di era usmaniyah yang berdiri di atasnya. Lalu, rumah Khadijah istri pertama Nabi telah berubah menjadi blok toilet masjidil Haram, sedang rumah tempat lahirnya bahkan diratakan begitu saja.

Alawi berharap masyarakat internasional ‘terbangun dari tidurnya’ dan melihat apa yang terjadi terhadap warisan sejarah Islam di Makkah. “Kami tidak akan mengizinkan seseorang pun untuk menghancurkan Piramida, jadi mengapa kita membiarkan sejarah Islam lenyap?” katanya.

Sumber

2 responses to “Mekkah dan Madinah Menangis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s