Menjawab 10 Pertanyaan Tentang Asyura Yang Bikin Syiah Bungkam

Beberapa bulan yg lalu ada kawan fb pernah share ttg pertanyaan2 yg diberikan atheis yg dijawab oleh seorang theis. Di status itu, mereka (kaum theis) merasa jawabannya sungguh luar biasa nan wow dan telah membungkam orang-orang atheis. Tapi ketika kubaca, hmmmm… seorang atheis yg cerdas pertanyaannya pasti ga akan seklise itu. Pertanyaan basi. Coba deh tanya Stephen Hawking, kira2 pertanyaannya bakal kayak gitu nggak?πŸ™‚

Lalu di malam yg berbulan terang ini saya temukan lagi sebuah web yg mengaku pendidikan yg menulis artikel berjudul 10 Pertanyaan Tentang Asyura Yang Bikin Syiah Bungkam.

Hmmm… jadi penasaran nih. Soalnya lagi bete banget sama orang2 yg menganggap diri ahli surga yg sukanya mengkafir2kan orang lain. Dan… jeng jeeeng.. ketika dibaca pertanyaan2nya, yakin deh saya kalo web ini bukanlah web pendidikan. -_-

Jadi, intinya sih cuma ada 3 pertanyaan yg diulang2 melulu. Semua berkaitan dengan sejarah. Kalian tau kan, sejarah G30S/PKI yg terjadi tahun 1965 aja punya banyak versi sesuai kepentingan yg membuat, apalagi sejarah yang terjadi hampir satu setengah milenium yg lalu! Dan ga ada satu pun saksinya yg masih hidup di saat ini!!!

Berikut skrinsut pertanyaan2nya. Males kalo harus nampilin link mereka, soalnya sama aja diriku jadi sales web mereka kan? Wew!

image

Rasa2nya untuk pertanyaan seperti itu doang, orang awam sepertiku yg suka sejarah aja juga udah bisa menjawabnya, ga perlulah jadi syiah segala. Yah, jawaban sederhana aja sih. Soalnya lagi pengen ngetik2 sesuatu. Kalo lapar begini, gue emang sering resek. Hahaha…

Oia, pertama-tama yg harus diketahui adalah bahwa ritual tathbir atau menyakiti diri sendiri ketika asyura itu hanyalah budaya lokal saja. Pernah melihat hal tsb di Indonesia? Tentu tidak! Jadi, tidak semua pengikut syi’ah seperti itu. Bahkan pemimpin spiritual mereka di Iran jg sudah melarangnya. Karena itu, sudah tentu hal ini ngga bisa dibilang sebagai ajaran syi’ah.

Sama ajalah seperti budaya maaf2an ketika lebaran di Indonesia, di negara lain mah ngga ada. Di Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat tiap malam tahun baru hijriah juga ada acara mandiin keris di pantai selatan, pdhl itu ngakunya kerajaan Islam loh. Sama seperti ketika orang2 pada protes tentang konsep Islam Nusantara yg belakangan ini sering berdengung, di negeri Arab mah ga ada istilah itu, jadi kata mereka itu bukan ajaran Islam.

Oke, kita mulai agenda jawab menjawabnya aja yuk! Please enjoy! ^_^

Jawaban untuk nomer 1 sampai 4
Karena cara dan tujuan syahidnya berbeda. Belajarlah dulu deh sejarahnya, maka kalian akan mengerti. Apa alasan Husayn menyongsong syahadah pdhl udah jelas2 300 orang yg termasuk anak-anak dan perempuan di dalamnya bisa dibilang mustahil mengalahkan 60ribu tentara musuh yg emang udah tugasnya angkat senjata? Bunuh diri? Obsesi jadi penguasa?

Seorang Mahatma Ghandi saja bisa menjelaskan hal tsb dgn luar biasa, masa kamu ga bisa sih?

β€œI learned from Hussain how to be wronged and be a winner. I learnt from Hussain how to attain victory while being oppressed.”
― Mahatma Gandhi

Jawaban untuk nomor 5 dan 6
Pertama karena masalah politik. Mungkin baru di abad 3 itulah, pengikut syiah bisa bebas menjalankan ini itunya. Pasca kejadian di Karbala, konon menurut sejarah syiah, pemerintah berkuasa benar2 menekan pengikut Husayn agar tidak ada lg upaya perebutan kekuasaan.

Siapa pun yg melihat cucu dari Nabinya yg mulia dibantai sesadis itu pasti akan memprotes penguasa yg membiarkannya (menurut sejarah sunni, Yazid cuma menyuruh tentaranya untuk menghalangi Husayn memasuki wilayah Irak, tp ternyata anak buahnya malah berbuat kelewatan. Yazid sendiri jg syok. Tapi menurut sejarah yg saya tau, anak buahnya yg bertanggung jawab atas peristiwa itu nggak ada yg dihukum). Apalagi kalΓ² ternyata benar bahwa justru si penguasalah yg memerintahkan eksekusi tsb (menurut sejarah syiah, Yazidlah yg memerintahkan pembantaian).

Saat ini pun ada segelintir kelompok yang sengaja menciptakan kondisi di mana jika di antara ummat Islam ada yang membicarakan tentang Ali,  Fatimah, Hasan dan Husayn sebagai tokoh-tokoh ahlul bait Nabi saw, maka akan langsung dicap Syiah. Dengan demikian, diharapkan ummat akan takut atau minder membicarakan tentang Ahlul Bait Nabi saw karena khawatir dicap Syiah. Ngomongin hal positif ttg Iran pun udah dicap syiah loh.

Kenapa khawatir dicap syi’ah? Karena akan disebut sesat, kafir, pelaku makar, halal darahnya, dll. Jadi kebayang kan, gimana kalo presiden atau kepala negara yg memiliki kekuasaan penuh atas militer yg menganggapmu seperti itu? Tentu nasib pengikut syiah akan seperti kejadian pasca PKI. Pembantaian saudara setanah air dimana-mana. Jadi sebaiknya diam sajalah demi kemaslahatan umat.

Kedua, dan ini juga untuk menjawab pertanyaan nomor 3 dan 4, tathbir hanyalah budaya lokal seperti yg udah dijelaskan sebelumnya.

Jawaban nomor 7-9
Pernah baca sejarah Perang Diponegoro ga? Apa semua pahlawan yg meninggal disebut namanya? Pernah tau kisah Marcopolo nggak? Apa semua kru kapalnya disebutkan nama2nya? Tentu saja enggak.

Tapi sebenarnya disebutin juga loh nama2 syuhada Karbala yg lain, ini bukti skrinsut dari web yg sepertinya milik orang syiah. Artikel ini ditulis tahun 2012, sedangkan pertanyaan di atas diterbitkan tahun 2015.

image

Jawaban nomor 10
Ini mah ga ada hubungannya ma Asyura. Tapi gpp deh buat bonus. Soal nama anak, kita ga boleh berasumsi yg tidak2. Bisa jadi sunni benar, Ali sangat mencintai Usman dan Abu Bakar sehingga nama mereka dijadikan nama anak2 beliau. Tapi Nabi Khidir juga pernah melakukan hal2 yg menurut Musa adalah kekeliruan, seperti membunuh anak kecil misalnya. Tapi ternyata Khidir memiliki alasannya sendiri berbuat seperti itu, yg akhirnya toh diakui kebenarannya juga oleh Musa.

Jadi apa pun alasannya, kita hanya akan tau bila di akhirat kelak kita berada di barisan yang sama dengan Ali bin Abi Thalib. Tanyakanlah langsung pada beliau tentang segalanya. ^_^

Udahan ah! Bosan ngetik nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s