Mari Memilah Sampah

Malam minggu kemarin dapat undangan rapat RW tentang pemilahan sampah dalam rangka menyukseskan gerakan Sidoarjo bebas sampah tahun 2018. Eh apa 2017 yak?😀 Soalnya TPA Jambon yg jadi andalan pembuangan sampah warga Sidoarjo kondisinya kini kian kritis. Konon tumpukan sampah warga Sidoarjo dalam 12 hari saja sudah bisa ‘membangun’ Candi Borobudur! For real? *shock*

Untuk membantu mengurangi polusi sampah ini, warga diminta untuk melakukan pemilahan sampah. Selain itu, dengan memilah sampah dengan benar, diharapkan dapat menjauhkan tikus dari wilayah kami dan juga menjauhkan pemulung sampah dari sekitar kompleks karena ngga ada lagi yang bisa dipulung dari sampah warga. Hmmm…

Pemilahan sampah yang dianjurkan dibagi menjadi tiga, yaitu :

  • Sampah basah
  • Sampah daur ulang
  • Sampah residu

Sampah Basah

Sampah basah adalah sampah yang bisa menjadi kompos. Pihak RW akan menyediakan sebuah tempat sampah seperti bekas wadah cat besar lengkap dengan tutupnya sebagai wadah sampah warga. Masing-masing rumah mendapatkan satu buah. Harganya Rp20.000,- dengan subsidi dari RW sebesar 10ribu rupiah.

Yang termasuk dalam area sampah basah ini adalah :

  • sisa potongan sayur mayur dan buah
  • sisa masakan (bila berkuah, wajib dibuang dahulu)
  • kulit telur, atau bisa juga diremukkan dan langsung disebarkan ke tanah untuk menjadi pupuk
  • kulit udang dan benda amis lainnya wajib disiram air panas terlebih dahulu
  • dedaunan yang gugur

Oia, wadah tempah sampah basah ini ngga perlu di wadahi kresek lagi, karena akan menambah kerjaan tukang sampah untuk mengeluarkannya dari kresek. Dan WAJIB ditutup untuk menghindari kehadiran tikus.

Sampah Daur Ulang

Sampah daur ulang ini adalah sampah kering yang bisa dijual di bank sampah RW kami. Masukkan saja ke dalam karung khusus, lalu bila sudah cukup banyak langsung dibawa ke bank sampah. Dapat uang juga loh.😀

Yang diterima oleh bank sampah RW kami, misalnya adalah :

  • Kertas kering
  • Kardus kering (kardus, dus nasi atau kue, dus rokok, dll)
  • Plastik kresek
  • Plastik bekas minyak goreng
  • Plastik bungkus mie (tapi bungkus bumbunya masuk ke residu)
  • Plastik bekas wadah sampo, sabun cair, air mineral, dll
  • Plastik keras bekas (tempat makan, botol minum, dll)
  • Plastik bekas kursi, dll
  • Botol kaca
  • Keset mobil
  • Jas hujan yang bisa molor
  • Minyak jelantah
  • Monitor, CPU, printer
  • Sepatu karet dan kulit

Sampah Residu

Yaitu sampah yang akan dikirim ke TPA Jambon karena memang tidak dapat di daur ulang lagi, atau karena bank sampah RW kami belum menemukan pengepul yang sesuai.

Yang termasuk dalam sampah residu ini adalah :

  • Baterai
  • Popok bayi sekali pakai
  • Kain
  • Plastik mika
  • Styrofoam
  • Tas
  • Lampu
  • Filter rokok
  • Piring kue kertas
  • Kertas nasi (bekas masakannya harus dibersihkan agar tidak mengundang tikus)
  • Kertas mengkilap (misalnya kertas dalam bungkus rokok, dll)
  • Label plastik dari botol air mineral, atau lainnya
  • Plastik mengkilap (bungkus minuman sachet, bekas bumbu, bungkus detergent, dll)

Lain-lain

Nah, kalau ini adalah sampah yang tidak masuk ke tiga kategori di atas. Bungkus di plastik atau tempah khusus, lalu beritahukan kepada petugas sampah yang bertugas mengambil sampah warga dua kali seminggu. Misalnya :

  • Beling pecah
  • Tusuk sate

Kalau yang berikut ini, walaupun tergolong sampah basah, tapi Rumah Kompos RW kami belum memiliki alat pencacah yang sesuai, jadi sama seperti sebelumnya, sampah ini sebaiknya dibungkus khusus lalu diberitahukan kepada petugas sampah yang bertugas :

  • daun bertangkai panjang, misalnya daun pisang
  • biji duren, biji salak, dan biji yang keras lainnya
  • tulang ikan atau tulang hewan lain

Ada juga yang yang bisa dimasukkan ke biopori. Katanya pihak RW akan menyediakan 1 wadah per lima rumah warga. Saya jadi bingung, biopori itu apa? Bukannya itu lubang untuk air hujan biar nggak langsung mengalir sampai jauh yak? Yah apa pun yang dimaksud Pak RW, yang bisa dibuang ke biopori ini adalah :

  • bangkai tikus,
  • kulit hewan amis, misalnya udang (bila menyiramnya dengan air panas terlalu merepotkan)

Jadi, sudah siapkah kita memilah sampah untuk setidaknya membantu bumi kita untuk bernafas lebih lega?🙂

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allâh sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. [al-A’râf/7:56]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s